Sab. Agu 1st, 2026

Wisuda ke-V STIS Darul Ulum Lampung Timur: Lulusan Syariah Bertambah, Ujian Kualitas Menanti

Wisuda ke-V STIS Darul Ulum: Gelar Diraih, Ujian Kualitas Baru Dimulai

Lampung Timur, NusaKhatulistiwa.com — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darul Ulum Lampung Timur menggelar wisuda sarjana ke-V, Sabtu, 25 April 2026. Prosesi yang berlangsung melalui sidang senat terbuka ini meluluskan mahasiswa dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Ekonomi Syariah, di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional berbasis syariah di Indonesia.

Acara digelar di Ballroom Hotel Aidia Metro dengan dihadiri unsur pimpinan kampus, dosen, serta keluarga wisudawan. Sejumlah peserta juga mengikuti kegiatan secara daring, mencerminkan pola hybrid yang masih dipertahankan lembaga pendidikan tinggi pascapandemi.

Prosesi Formal, Simbol Akademik

Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Ketua Senat. Prosesi akademik meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan akademik, hingga pengumuman kelulusan melalui Surat Keputusan.

Pada inti acara, wisudawan dipanggil satu per satu dalam prosesi yudisium simbolik. Penyerahan samir dan transkrip nilai menandai berakhirnya masa studi sekaligus pengukuhan gelar sarjana.

Dalam sambutannya, pimpinan STIS Darul Ulum menekankan pentingnya integritas dan kesiapan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja.

“Gelar akademik bukan tujuan akhir, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Lulusan Syariah di Tengah Kebutuhan Pasar

Wisuda kali ini berlangsung di tengah berkembangnya sektor ekonomi syariah nasional, yang mencakup perbankan, keuangan mikro, hingga industri halal. Secara teoritis, kebutuhan terhadap lulusan ekonomi dan hukum syariah terus meningkat.

Namun, sejumlah praktisi menilai, tantangan utama bukan pada kuantitas lulusan, melainkan kualitas dan kesiapan praktis. Lulusan dituntut tidak hanya memahami konsep fiqh muamalah, tetapi juga menguasai hukum positif, praktik litigasi, serta dinamika ekonomi modern.

Kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan lapangan masih menjadi isu yang berulang di banyak perguruan tinggi berbasis syariah.

Catatan atas Perguruan Tinggi Syariah

Sebagai institusi pendidikan tinggi, STIS Darul Ulum menghadapi tantangan umum yang juga dialami kampus serupa, antara lain:

  • penguatan kurikulum berbasis praktik,
  • peningkatan kualitas tenaga pengajar,
  • serta perluasan jejaring dengan dunia industri dan lembaga hukum.

Tanpa pembenahan di sektor tersebut, wisuda berpotensi menjadi sekadar seremoni administratif, tanpa diikuti peningkatan daya saing lulusan.

Momentum dan Tantangan

Bagi para wisudawan, momen ini menandai berakhirnya proses pendidikan formal. Namun, di sisi lain, justru menjadi awal dari kompetisi di dunia profesional yang semakin terbuka dan kompetitif.

Di tengah pertumbuhan ekonomi syariah nasional, peluang terbuka lebar. Pertanyaannya, apakah lulusan siap menjawab kebutuhan tersebut?

Wisuda ke-V STIS Darul Ulum Lampung Timur pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga cermin dari kesiapan institusi pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *