Rab. Mar 4th, 2026

Rp20 Triliun Digelontorkan, 12 Pabrik Ayam Terintegrasi Dibangun 2026: Strategi Negara Stabilkan Harga dan Perkuat Ketahanan Pangan

Jakarta – NusaKhatulistiwa.com, Pemerintah memastikan langkah besar di sektor pangan nasional dengan menggelontorkan investasi Rp20 triliun untuk membangun 12 unit pabrik ayam terintegrasi yang akan mulai direalisasikan pada 28 Januari 2026. Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan klasik fluktuasi harga ayam dan telur, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Amran Sulaiman, selaku Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Menurutnya, pembangunan pabrik ayam terintegrasi merupakan kebijakan struktural, bukan langkah tambal sulam, dalam mengatasi gejolak pasokan dan harga di tingkat hulu hingga hilir.

Dari Pakan hingga DOC, Semua Terintegrasi

Berbeda dengan pola produksi konvensional, pabrik ayam terintegrasi ini akan mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pabrik pakan, breeding farm, hingga produksi Day Old Chick (DOC). Skema ini diharapkan mampu memangkas biaya produksi, memperpendek rantai distribusi, serta menekan praktik spekulasi yang kerap memicu lonjakan harga di pasar.

Amran menegaskan, lonjakan harga DOC ayam yang sempat menyentuh Rp14.000 per ekor, jauh di atas harga normal sekitar Rp9.000, menjadi alarm serius bagi negara. “Kalau hulu kita kuat dan terintegrasi, harga di hilir akan lebih terkendali. Ini solusi permanen, bukan sementara,” ujarnya.

Didanai Danantara, Fokus Wilayah Defisit Pasokan

Pendanaan proyek jumbo ini bersumber dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pemerintah menargetkan pembangunan pabrik dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, dengan prioritas daerah yang selama ini mengalami defisit pasokan ayam dan telur.

Pendekatan berbasis wilayah ini dinilai krusial untuk menciptakan pemerataan produksi, menekan biaya logistik antar daerah, dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Tak hanya berdampak pada stabilitas harga, proyek ini juga menjadi bagian integral dari strategi hilirisasi pangan nasional dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Dengan pasokan ayam dan telur yang terjamin, pemerintah optimistis kebutuhan protein hewani bagi jutaan penerima manfaat MBG dapat terpenuhi secara berkelanjutan. “Ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal masa depan gizi bangsa,” tegas Amran.

Bagian dari Investasi Pertanian Rp371 Triliun

Pembangunan 12 pabrik ayam terintegrasi ini merupakan bagian dari rencana besar investasi sektor pertanian nasional yang totalnya mencapai Rp371 triliun. Pemerintah menilai sektor pangan tidak bisa lagi dikelola dengan pendekatan parsial, melainkan membutuhkan intervensi besar, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

Pengamat pangan menilai, jika proyek ini berjalan sesuai rencana dan diawasi secara ketat, Indonesia berpeluang besar keluar dari siklus krisis harga ayam dan telur yang berulang hampir setiap tahun.

Publik Menanti Implementasi

Kini, perhatian publik tertuju pada tahap implementasi. Akankah proyek ini benar-benar mampu menekan harga di pasar dan menyejahterakan peternak rakyat? Atau justru menghadapi tantangan klasik birokrasi dan distribusi?

Satu hal yang pasti, pembangunan 12 pabrik ayam terintegrasi senilai Rp20 triliun ini menandai keseriusan negara dalam menjadikan pangan sebagai isu strategis nasional—bukan sekadar komoditas, melainkan penopang utama stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *