Jakarta, NusaKhatulistiwa.com – Pengusaha asal Kalimantan yang dikenal luas sebagai Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad kembali menjadi sorotan publik setelah laporan CNBC Indonesia menyebutkan bahwa kekayaannya diperkirakan mencapai Rp101 triliun. Namun, dengan nilai sebesar itu, banyak masyarakat bertanya-tanya mengapa namanya tidak muncul dalam daftar orang terkaya versi Forbes atau media pemeringkat kekayaan global lainnya.
Dalam pemberitaan CNBC Indonesia (9/11/2025), disebutkan bahwa Haji Isam memiliki kekayaan besar yang salah satunya berasal dari bisnis pertambangan, perkebunan, hingga sektor logistik. Popularitasnya semakin meningkat setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada dirinya sebagai tokoh yang dinilai berkontribusi pada pembangunan daerah.
Meski demikian, hingga kini nama Haji Isam belum pernah tercatat dalam daftar resmi world’s billionaires yang dirilis lembaga pemeringkat kekayaan internasional. Beberapa analis menyebutkan bahwa hal tersebut bukan hal yang aneh, karena lembaga global biasanya hanya memasukkan individu atau perusahaan yang membuka laporan keuangan secara publik, misalnya perusahaan go public.
Mengapa Tak Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia?
Beberapa faktor yang disebut berpengaruh antara lain:
- Perusahaan Tidak Terbuka di Bursa
Forbes dan lembaga internasional umumnya menghitung aset berdasarkan valuasi perusahaan publik. Banyak usaha Haji Isam berada di sektor privat yang tidak mempublikasikan laporan keuangan.
- Perbedaan Metode Penilaian Kekayaan
Media nasional menghitung kekayaan berdasarkan estimasi nilai aset dan proyek. Sementara lembaga internasional memakai standar penilaian global yang berbeda.
- Minimnya Eksposur Internasional
Nama Haji Isam lebih populer di tingkat nasional, sehingga jarang terdata dalam basis data pemantauan kekayaan global yang berfokus pada pemilik perusahaan multinasional.
Penghargaan dari Presiden Menambah Sorotan Publik
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada Haji Isam bersama sejumlah tokoh lainnya. Momen itu menjadi perbincangan publik dan memunculkan kembali diskusi tentang besarnya nilai aset bisnis yang dijalankan oleh salah satu pengusaha paling berpengaruh di Kalimantan tersebut.
Catatan Redaksi NusaKhatulistiwa.com
Angka kekayaan Haji Isam yang disebut dalam artikel ini merujuk pada laporan CNBC Indonesia. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak-pihak terkait apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan.

