Ming. Jan 18th, 2026

BMKG: Tiga Zona Megathrust di Indonesia Berpotensi Pecah Sewaktu-waktu

Jakarta, NusaKhatulistiwa.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada di bawah ancaman serius dari sejumlah zona megathrust yang masih menyimpan energi tektonik. Ia menegaskan terdapat tiga zona megathrust yang belum melepaskan energi selama ratusan tahun dan berpotensi memicu gempa besar sewaktu-waktu.

Pernyataan tersebut disampaikan Faisal dalam Rapat Tim Pengawas Bencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11), sebagaimana dilansir dari laporan resmi BMKG.

“Negara kita berada di pertemuan tiga lempeng aktif dunia dengan 13 segmen megathrust yang sebagian belum melepaskan energi tektoniknya. Ini berarti potensi gempa besar masih mungkin terjadi kapan saja,” ujarnya.

Tiga Zona Megathrust Paling Berpotensi

Dari 13 segmen megathrust yang mengitari wilayah Indonesia, BMKG mengidentifikasi tiga zona yang dinilai paling berpotensi karena belum mengalami gempa besar dalam rentang waktu sangat panjang, yaitu:

  1. Megathrust Mentawai–Siberut
  2. Megathrust Selat Sunda–Banten
  3. Megathrust Sumba

Faisal menjelaskan bahwa ketiga zona tersebut saat ini berada dalam fase akumulasi energi tektonik, sehingga pelepasan energi melalui gempa besar dapat terjadi tanpa tanda-tanda awal yang jelas.

Apa Itu Megathrust?

Zona megathrust merupakan wilayah pertemuan antar-lempeng tektonik bumi yang berada di zona subduksi, di mana satu lempeng bergerak menukik ke bawah lempeng lainnya. Zona ini biasanya berada di bawah lautan dan menjadi sumber gempa terbesar serta tsunami paling dahsyat di dunia.

Dalam catatan sejarah, beberapa bencana besar disebabkan oleh aktivitas megathrust, termasuk:

Megathrust Sunda di Indonesia

Zona subduksi Peru–Chile

Palung Nankai di Jepang

Zona Cascadia di Amerika Utara

BMKG Ingatkan Pentingnya Mitigasi

Faisal kembali menekankan bahwa meski waktu terjadinya gempa megathrust tidak dapat diprediksi, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat harus terus diperkuat. Edukasi kebencanaan, tata ruang yang aman, serta kesiapan infrastruktur menjadi kunci mengurangi risiko korban dan kerugian.

NusaKhatulistiwa.com akan terus mengupdate informasi terkait aktivitas seismik dan peringatan resmi dari BMKG.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *