Rab. Jan 14th, 2026

Bahaya Mengintai di Balik Telepon Tak Dikenal: Modus Kloning Suara Berbasis AI Mulai Menjerat Keluarga Korban

NusaKhatulistiwa.com — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menghadirkan ancaman baru bagi masyarakat. Tidak lagi sebatas peretasan akun atau pesan palsu, pelaku kejahatan siber kini mulai memanfaatkan teknologi kloning suara untuk melakukan penipuan dengan modus yang jauh lebih meyakinkan dan sulit dideteksi.

Modus ini terungkap setelah beredarnya peringatan dari berbagai sumber keamanan digital dan kepolisian daerah, yang menyebut bahwa suara manusia kini dapat dikloning hanya dari rekaman singkat, bahkan cukup dari satu kata seperti “Halo”.


Rekam, Kloning, dan Menjebak Korban

Dalam skema penipuan ini, pelaku menghubungi calon korban menggunakan nomor asing. Ketika panggilan dijawab, suara korban langsung direkam tanpa disadari. Rekaman tersebut kemudian diproses menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan tiruan suara yang nyaris identik dengan suara asli korban.

Dengan suara hasil kloning itu, pelaku lalu menghubungi keluarga, kerabat dekat, atau rekan kerja korban, menyampaikan cerita darurat—mulai dari kecelakaan, masalah hukum, hingga permintaan uang mendesak.

Karena suara yang terdengar adalah suara orang yang dikenal, korban di sisi penerima panggilan kerap tidak menaruh curiga.


Keluarga Menjadi Sasaran Utama

Pola penipuan ini menunjukkan bahwa pelaku tidak lagi menargetkan korban secara langsung, melainkan lingkaran terdekatnya. Orang tua, pasangan, dan saudara kandung menjadi sasaran utama karena faktor emosional dan kepercayaan yang tinggi.

Dalam kondisi panik, banyak korban yang akhirnya mentransfer sejumlah uang tanpa sempat melakukan klarifikasi lebih lanjut.


Peringatan Keras Aparat Penegak Hukum

Aparat kepolisian melalui satuan reserse siber dan kriminal khusus di sejumlah daerah telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. Penipuan berbasis AI dinilai sebagai ancaman serius yang berpotensi menimbulkan kerugian besar, terutama bagi masyarakat awam dan kelompok rentan seperti lansia.

Polisi mengingatkan bahwa menjawab panggilan dari nomor tak dikenal kini bukan lagi tindakan sepele, melainkan dapat membuka celah kejahatan digital.


Langkah Antisipasi yang Dianjurkan

Untuk mencegah menjadi korban penipuan kloning suara, masyarakat diimbau untuk:

Tidak mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal

Langsung memblokir nomor asing yang mencurigakan

Melakukan verifikasi ganda jika menerima permintaan uang via telepon

Memastikan kebenaran melalui video call atau pesan tertulis

Menyepakati kata sandi atau pertanyaan rahasia keluarga

Edukasi kepada anggota keluarga, terutama orang tua dan anak-anak, juga dinilai sangat penting agar tidak mudah terjebak dalam skenario darurat palsu.


Ancaman Nyata di Era Digital

Fenomena kloning suara berbasis AI menjadi bukti bahwa kejahatan terus berevolusi seiring kemajuan teknologi. Apa yang dulu hanya dianggap fiksi ilmiah, kini telah menjadi modus kejahatan nyata yang menuntut kewaspadaan ekstra.

Tanpa kesadaran dan literasi digital yang memadai, masyarakat berpotensi menjadi korban kejahatan yang sulit dilacak dan dibuktikan.


Penutup

NusaKhatulistiwa.com mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, tidak mudah panik, serta selalu melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan, khususnya yang berkaitan dengan uang dan data pribadi.

Di tengah kemajuan teknologi, kehati-hatian adalah benteng terakhir melawan kejahatan digital.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *